Ilmu Coding Ilmucoding.com - Merupakan situs yang membantu Anda belajar coding lebih mudah, nyaman, interaktif dan profesional. Belajar sekarang di ilmu coding. GRATIS

Belajar Golang #6 – Memahami Variabel

4 min read

Memahami Variabel di Golang

Pada kesempatan kali ini Ilmu Coding akan membahas seputar penerapan variabel di golang. Pada seri sebelumnya, kami sudah membahas tentang komentar di Golang. Jika Anda belum membacanya, kami menyarankan untuk membacanya juga.

Pembahasan basic ini perlu Anda ketahui apabila ingin memahami lebih dalam tentang Golang.

Meski sederhana, Anda nggak perlu kuatir, sebab saya akan kupas tuntas maksud dari setiap baris program.

Penasaran?

Yuk ikuti tutorial ini sampai selesai.

Let’s go!

Apa Itu Variable?

Variabel merupakan suatu wadah untuk menampung nilai. Wadah tersebut sifatnya bisa berubah-ubah atau dapat berganti-ganti.

Analoginya seperti ini, misalnya Anda memiliki sebuah teko.

Pada hari pertama teko tersebut Anda isi dengan air putih, kemudian dituangkan ke dalam gelas hingga habis.

Hari kedua teko yang telah kosong dengan air putih itu Anda isi dengan air teh. Anda pun menuangkannya ke dalam gelas, diminum, hingga habis.

Hari berikutnya diisi dengan kopi dan dituangkan kembali ke dalam gelas hingga airnya habis.

Nah, analogi itu sangat tepat untuk menggambarkan suatu variabelyang tidak bersifat tetap dan bisa berubah-ubah.

Memahami Variabel Golang

Golang memiliki dua jenis penulisan variabel, yaitu yang dituliskan tipe datanya dan yang tidak.

Kedua cara tersebut valid dan tujuannya sama, pembedanya hanya pada cara penulisannya saja.

Cara penulisan variabel di dalam Golang lebih cenderung menggunakan metode camelCase.

Golang akan merekomendasikan penulisan camelCase apabila Anda menulis variabel tidak sesuai dengan aturannya.

Meskipun hanya warning, namun tetap perlu kita perhatikan.

Misalnya:

fisrt_name

Golang lebih merekomendasikan:

firstName

Mari kita bahas lebih mendalam lagi …

Variabel Beserta Tipe Data

Sub bab ini fokus pada contoh dan penerapan variabel yang tidak disertai tipe data.

Golang memiliki aturan cukup ketat dalam hal penulisan variabel.

Ketika deklarasi, tipe data yg digunakan harus dituliskan juga.

Istilah lain dari konsep ini adalah manifest typing.

Berikut adalah contoh cara pembuatan variabel yang menggunakan konsep manifest typing.

Silahkan buat file baru bernama part_6_variabel_manifest_typing.go kemudian ketik kode berikut:

package main

import "fmt"

func main() {
	var namaDepan string = "Ilmu"
	var namaBelakang string
	namaBelakang = "Coding"
	fmt.Printf("Halo %s %s", namaDepan, namaBelakang)
}

Penjelasan:

Keyword var di atas digunakan untuk deklarasi variabel, contohnya bisa dilihat pada namaDepan dan namaBelakang.

Pada nilai variabel namaDepan diisi langsung ketika deklarasi, berbeda dibanding dengan namaBelakang yang nilainya diisi setelah baris kode deklarasi.

Cara penulisan seperti itu diperbolehkan di Golang.

Keyword %s berperan untuk memastikan pada kata ke 2 -3 merupakan string. Tidak masalah jika Anda tak meryertakan %s ini, namun hanya warning saja.

Testing:

Jalankan dengan command:

go run part_6_variabel_manifest_typing.go

Silahkan lihat demo kode part_6_variabel_manifest_typing.go melalui link di bawah ini:

Variabel di Golang Tanpa Tipe Data

Selain manifest typing, Golang juga mengadopsi metode type inference, yaitu metode deklarasi variabel yang tipe datanya ditentukan oleh tipe data nilainya, cara kontradiktif jika dibandingkan dengan cara pertama.

Dengan menggunakan metode jenis ini, keyword var dan tipe data tidak perlu ditulis lagi.

Contoh:

Silahkan buat file baru bernama part_6_variabel_type_inference.go, kemudian ketik kode berikut:

package main

import "fmt"

func main() {
	var namaDepan string = "Ilmu"
	namaBelakang := "Coding"
	fmt.Printf("Halo %s %s", namaDepan, namaBelakang)
}

Testing:

Jalankan dengan command:

go run part_6_variabel_type_inference.go

Silahkan lihat demo kode part_6_variabel_type_inference .go melalui link di bawah ini:

Penjelasan:

Pada variabel namaBelakang dideklarasikan dengan menggunakan metode type inference.

Pada tipe ini, tipe data tidak dituliskan pada saat deklarasi. Selain itu, pada penggunaan metode ini, operand = harus diganti dengan := dan keyword var dihilangkan.

Tipe data namaBelakang secara otomatis akan ditentukan menyesuaikan value atau nilainya.

Jika nilainya adalah berupa string maka tipe data variabel adalah string. Begitu seterusnya.

Pada contoh program di atas, nilai dari variabel namaBelakang adalah “Coding”.Dapat dipastikan tipe datanya string, sebab diapit dengan petik dua.

Namun, Anda tetap diperbolehkan menggunakan keyword var pada saat deklarasi meskipun tanpa menuliskan tipe data, dengan ketentuan tidak menggunakan tanda := , cukup menggunakan = saja.

Contoh:

var namaBelakang = "Coding"
namaBelakang := "Coding"

Kedua variabel tersebut nilainya sama saja. Silahkan pilih yang paling mudah bagi Anda.

Catatan Penting:

Operand := hanya digunakan sekali pada saat deklarasi.

Untuk assignment value selanjutnya harus menggunakan tanda =.

Contoh:

namaBelakang := "Coding"
namaBelakang = "Coding"

Multi Variabel di Golang

Pada suatu program biasanya kita menemukan persamaan deklarasi tipe data pada sebuah variabel.

Nah, Golang mendukung metode deklarasi banyak variabel secara bersamaan, caranya dengan menuliskan variabel-variabelnya dengan pembatas tanda koma ( , ).

Untuk pengisian valuenya-pun diperbolehkan secara bersamaan.

Contoh:

Silahkan buat file baru bernama part_6_multiple_variabel.go kemudian ketik kode berikut:

package main

import "fmt"

func main() {
	// contoh menggunakan tipe data
	var namaDepan, namaBelakang string = "Ilmu", "Coding"
	fmt.Printf("Halo %s %s \n", namaDepan, namaBelakang)

	// contoh tanpa tipe data
	a, b, c := 9, 8, 7
	fmt.Println("Urutan Angka: ", a, b, c)

	// contoh deklarasi 1 baris namun berbagai tipe data
	namaSiswa, usia, nilai, lulus := "Budi", 14, 8.4, true // string, int, float, boolean
	fmt.Print("Hasil akhir: Siswa bernama ", namaSiswa)
	fmt.Print(" yang berusia ", usia)
	fmt.Print(" tahun mendapatkan nilai ", nilai)
	fmt.Print(" dan dinyatakan lulus dengan ", lulus)

}

Simpan.

Jalankan dengan command:

go run part_6_multiple_variabel.go

Outputnya bisa Anda simak melalui link demo di bawah ini:

Variabel Underscore di Golang

Golang memiliki aturan unik yang jarang dimiliki bahasa lain, yaitu tidak boleh ada satupun variabel yang menganggur.

Artinya, semua variabel yang dideklarasikan harus digunakan.

Jika ada variabel yang tidak digunakan tapi dideklarasikan, error akan muncul dan program tidak bisa di-run ataupun di-compile.

Underscore ( _ ) adalah predefined variabel yang bisa dimanfaatkan untuk menampung nilai yang tidak dipakai.

Bisa dibilang variabel ini merupakan keranjang sampah.

Contoh:

_ = "Test variabel"
halo, _ := "Hay", "Ada apa?"

Penjelasan:

Pada contoh program di atas, variabel halo akan berisikan text Hay , sedang nilai Ada Apa ditampung oleh variabel underscore, menandakan bahwa nilai tersebut tidak akan digunakan.

Variabel underscore adalah predefined, jadi tidak perlu menggunakan := untuk nilai, cukup dengan = saja.

Namun khusus untuk pengisian nilai multi variabel yang dilakukan dengan metode type inference, boleh didalamnya terdapat variabel underscore dan menggunakan :=.

Biasanya variabel underscore sering dimanfaatkan untuk menampung nilai balik fungsi yang tidak digunakan.

Catatan Penting:

Isi variabel underscore tidak dapat ditampilkan.

Data yang sudah masuk variabel tersebut akan hilang.

Ibaratkan variabel underscore seperti blackhole, objek apapun yang masuk kedalamnya, akan terjebak selamanya didalam singularity dan tidak akan bisa keluar.

Variabel New

Keyword new digunakan untuk membuat variabel pointer dengan tipe data tertentu. Nilai data default-nya akan menyesuaikan tipe datanya.

Contoh:

name := new(string)
fmt.Println(name) // 0x20818a220
fmt.Println(*name)

Penjelasan:

Variabel name menampung data bertipe pointer string.

Jika ditampilkan yang muncul bukanlah nilainya melainkan alamat memori nilai tersebut (dalam bentuk notasi heksadesimal).

Untuk menampilkan nilai aslinya, variabel tersebut perlu didereference terlebih dahulu, menggunakan tanda asterisk ( * ).

Mungkin untuk sekarang banyak yang akan bingung tentang apa itu pointer, namun tak apa, karena nantinya di part selanjutnya akan dikupas habis topik tersebut.

Variabel Make

Keyword ini hanya bisa digunakan untuk pembuatan beberapa jenis variabel saja, yaitu: Channel, slice dan map.

Dan lagi, mungkin banyak yang akan bingung. Ketika sudah masuk ke pembahasan masing-masing poin tersebut, akan terlihat apa kegunaan dari keyword make ini.

Apa Selanjutnya?

Alhamdulillah sudah selesai pembahasan memahami variabel di Golang.

Tapi jangan puas dulu, sebab masih ada yang perlu Anda pelajari, seperti: Tipe Data, Operator, Konstanta dan lain-lain.

Anda bisa langsung mencari tutorial basic Golang melalui halaman khusus Tutorial Golang di Ilmu Coding.

Selamat belajar …

Sumber:

Ebook Dasar Pemrograman Golang – Noval Agung

Ilmu Coding Ilmucoding.com - Merupakan situs yang membantu Anda belajar coding lebih mudah, nyaman, interaktif dan profesional. Belajar sekarang di ilmu coding. GRATIS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika terbantu dengan artikel ini, silahkan share, beri komentar dan "klik" 1 kali pada iklan ya.